Lampung – Ikatan Alumni Pertanian (IKAPERTA) Universitas Lampung menyampaikan seruan kemanusiaan untuk membantu korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.

Ketua Umum IKAPERTA Unila, Dr. Elvira Umihani, dalam pernyataannya mengungkapkan duka mendalam atas bencana besar tersebut.
Ia memaparkan bahwa bencana ini menimbulkan dampak sangat luas, dengan 712 orang meninggal dunia, 507 orang masih hilang, 2.564 orang terluka, serta 1,1 juta warga terpaksa mengungsi.
“Data yang semalam (02/12/2025) saya lihat Total warga terdampak mencapai 3,3 juta jiwa. Selain itu, kerusakan infrastruktur juga sangat berat. Tercatat 3.600 rumah rusak berat, 2.700 rusak sedang, dan 3.700 rusak ringan. Di sektor pendidikan, 323 fasilitas belajar mengalami kerusakan, sementara 299 jembatan terputus akibat terjangan banjir dan longsor,” paparnya Rabu (3/12/2025).
Dalam seruannya, Elvira Umihani mengajak seluruh masyarakat, khususnya para alumni Fakutas Pertanian Unila, untuk bersama-sama menunjukkan solidaritas dan membantu meringankan beban saudara-saudara yang terdampak.
“InsyaAllah, sekecil apa pun donasi yang diberikan akan sangat berarti bagi saudara kita di Sumatera. Mari kita kuatkan mereka untuk bangkit kembali,” ujarnya.
IKAPERTA membuka posko donasi melalui rekening:
BNI 1897381713 a.n. IKAPERTA.
Konfirmasi donasi dapat dilakukan melalui 0853 8468 9988 (Wherlian Ali KM).
Elvira berharap gerakan kemanusiaan ini dapat menjadi amal jariyah dan membawa manfaat langsung bagi para korban bencana. “Semoga semua bantuan yang disalurkan menjadi kebaikan yang tidak terputus,” tutupnya. (*)